Ini Bahaya Mononukleosis, Penyakit Berciuman | Lifestyle News Ini Bahaya Mononukleosis, Penyakit Berciuman | Lifestyle News

Ini Bahaya Mononukleosis, Penyakit Berciuman

Penyakit mononukleosis infeksiosa - Mononukleosis infeksiosa adalah istilah populer untuk penyakit yang disebabkan oleh Virus Epstein-Barr (EBV). Menurut penuturan dari Dr. Djody Asmoro, SU, SpBM selaku dokter ahli bedah mulut, infeksi virus ini menyebabkan demam, sakit tenggorokan, dan pembesaran kelenjar getah bening. Umumnya penyakit ini hilang tanpa bantuan medis. But, no worries, Ladies. You can kiss your fear goodbye after you find the truth on this article. 

Epstein-Bar Virus:

Ini Bahayanya Mononukleosis, Penyakit Berciuman
Ilustrasi (c) Lintas.me
Ini dia penyebab penyakit mononukleosis alias kissing disease. Supaya gampang menyebutnya, kita singkat saja menjadi 'mono'. Pada umumnya, EBV terdapat dalam air liur dan sangat mudah ditularkan melalui ciuman. Tapi, bukan berarti orang yang tidak pernah berciuman terbebas darinya karena EBV juga bisa menular jika ada penderita 'mono' yang batuk atau bersin di depan wajah kita. Menggunakan sedotan atau gelas yang sama dengan penderita 'mono' juga meningkatkan kemungkinan penularan. Sayangnya, sebagian penderita 'mono' tidak menyadari bahwa ia terinfeksi EBV.

Gejala Mononukleosis:

Gejala yang dialami pada umumnya adalah demam, pegal-pegal, mudah lelah, nyeri tenggorokan, pembengkakan kelenjar getah bening, ruam pada kulit, sakit kepala dan nyeri dibawah tulang iga. Ladies punya beberapa gejala diatas? Jangan buru-buru menyimpulkan dirimu terinfeksi EBV. Untuk memastikan, dibutuhkan tes darah yang perlu diulangi dalam 1 atau 2 minggu. Karena, hasil tes darahmu yang semula negatif bisa berubah menjadi positif. Hal ini disebabkan masa inkubasi virus yang cukup lama, antara 4-10 minggu.

Efek Mononukleosis:

'Mono' bisa dialami oleh semua orang, termasuk kamu. Namun, risiko yang dihadapi berbeda-beda. Kasus 'mono' ringan yang dialami saat masih anak-anak akan membentuk imunitas terhadap EBV di masa mendatang. Tapi kasus 'mono' berat yang diderita orang dewasa dapat menyebabkan komplikasi dan penyakit yang lebih parah seperti hepatitis, peradangan otak, dan selaput otak, sampai pembengkakan limpa. Limpa yang membesar bisa terluka atau pecah, sehingga membutuhkan pembedahan. Maka dari itu, penderita 'mono' dilarang mengangkat benda yang terlalu berat dan wajib beristirahat selama beberapa minggu.

Wah! Rugi banget ya Ladies, yuk mulai dari sekarang kita rajin check up untuk memeriksa kesehatan badan kita agar dapat mencegah penyakit-penyakit ini sebelum terlambat.

(Sumber artikel: Buku Ilmu Kesehatan Anak By Behrman Klirgman Arvin, Dr. Djody Asmoro, SU, SpBM.)

Artikel ini ditulis oleh : Cory Cornelia